Ancaman-ancaman kesehatan berikut ini tidak mengenal waktu untuk menyerang, setiap hari adalah waktu berburu mereka. Makanya, jadilah si pemburu, bukan buruan. Dengan panduan berikut ini, Anda bisa mengenyahkan beberapa bahaya yang sedang bersembunyi di balik bayang-bayang.
6 Penyebab Kanker Harus Anda Waspadai Menshealth Indonesia
1. Kentang goreng, Keripik, Roti
Acrylamide, sejenis bahan kimia yang digunakan dalam penanganan air limbah ‘bersembunyi’ di kentang goreng, keripik, roti, dan bahkan donat. “Ketika makanan berkarbohidrat tinggi dimasak dengan temperatur tinggi, asam amino asparagin bereaksi dengan gula dalam makanan dan membentuk acrylamide,” ujar Timothy Fennel, Ph.D., direktur toksikologi di RTI International. Reaksi kimia tubuh terhadap acrylamide dapat berujung pada mutasi DNA, yang bisa meningkatkan risiko terserang kanker.
Tip: Atur strategi di dapur. “Memasaklah dengan suhu yang lebih rendah dan dengan durasi yang lebih pendek,” kata Fennell. “Jika memang harus menggoreng, pastikan makanan tidak terlalu kecoklatan,” tambahnya. Tip lain: Rendam kentang. Menurut para peneliti di Inggris, merendam kentang selama 2 jam sebelum mengolahnya dapat mengurangi kemungkinan pembentukan acrylamide hingga 50%.
2. Beras Merah
Racun arsenik ada mungkin ada di dapur Anda. Satu penelitian dari Consumer Reports menemukan, beberapa merek beras merah mengandung logam beracun lebih banyak daripada nasi putih. Parahnya, arsenik bisa melumpuhkan sistem pemulihan di DNA. Jadi, ketika sel mengalami kerusakan, DNA tidak bisa memperbaikinya, hingga Anda berisiko terhadap mutasi penyebab kanker, ujar Michael Hansen, Ph.D., peneliti senior dari Consumers Union.
Tip: Bilas beras sebelum memasaknya (gunakan air yang mengalir). Gunakan rasio 6 cangkir air untuk 1 cangkir beras ketimbang rasio 2:1. Lalu, buang kelebihan airnya. Jika Anda terpaksa makan di luar, batasi diri Anda untuk mengonsumsi hanya dua hingga tiga kali nasi merah setiap minggunya.
3. Deterjen Pakaian
Di tahun 2011, satu grup pemerhati lingkungan menemukan 1,4-dioxanie –sejenis bahan kimia– mengintai di deterjen. Bahan kimia ini memang belum terbukti menyebabkan kanker pada manusia, namun dapat memicu tumor hati dan hidung pada tikus. Sialnya, Anda tidak akan menemukan tanda 1,4-dioxane pada kemasan deterjen karena itu bukanlah bahan aktif melainkan ampas deterjen, ujar Sonya Lunder, M.P.H., dari Enviromental Working Group.
Tip: Ganti deterjen dengan yang berbahan dasar natural. Atau, belajarlah membaca label pada kemasan. Tulisan polyethylene, polyethylene glycol, PEG, polyoxyethylene, atau kata-kata yang mengandung “oxynol” atau “eth” menandakan kemungkingan adanya dioxane.
4. Kemeja Anti Kusut
Bahan formaldehyde bisa membuat kemeja Anda tetap rapi, bebas kusut, dan tentunya membuat Anda terlihat keren sepanjang waktu. Jangan senang dulu, bung! “Ada beberapa penelitian yang membuktikan kalau formaldehyde dapat menyebabkan kanker saluran pernapasan pada manusia,” ujar Lunder, “formaldehyde dalam bentuk apapun berisiko bagi Anda. “
Tip: Cuci kemeja antikusut Anda sebelum memakainya untuk pertama kali. Menurut California Enviromental Protection Agency, hal tersebut bisa mengurangi formaldehyde hingga 60%. Atau, kenapa tidak beralih ke kemeja biasa? Menyetrikanya hingga rapi memang membutuhkan tenaga ekstra, tapi tentunya sepadan dengan kesehatan Anda bukan?
5. Wadah Styrofoam
Walikota New York, Michael Bloomberg, hendak melarang penggunaan Styrofoam di seluruh kota karena sifatnya yang tidak bisa didaur ulang dan dapat merusak lingkungan. Faktanya, styrofoam terbuat dari styrene yang bisa memproduksi senyawa yang dapat merusak DNA Anda.
Tip: Lupakan saja keinginan menggunakan styrene sejauh mungkin, termasuk cangkir kopi yang sering Anda beli. “Hindari memanaskan makanan dengan wadah styrofoam atau polystyrene, khususnya makanan berlemak yang bisa melelehkan styrene,” ujar David Andrews, Ph.D., dari Environmental Working Group. Bagaimana cara mengetahui wadah yang mengandung polystyrene? Cari saja angka “6” di bagian bawah wadah tersebut.
6. Rokok elektrik
Food and Drug Administration (FDA) menemukan nitrosamines –sejenis karsinogen dalam produk tembakau, pada beberapa merek rokok elektrik. Sialnya, walaupun Anda bukan perokok, Anda tetap berisiko terpapar bahan kimia berbahaya ini melalui makanan yang Anda konsumsi. Polystyrene bisa terbentuk ketika asam dalam lambung Anda bereaksi dengan nitrit dan nitrat yang ada di hot dog, bacon, atau daging olahan lainnya.
Tip: Berhentilah merokok! Percayalah, merokok memang tidak memberikan manfaat sama sekali bagi kesehatan. Penelitian dari University of Wisconsin menemukan, perokok yang mengurangi jumlah rokok yang dihisap secara bertahap sebelum akhirnya benar-benar berhenti, memiliki kemungkinan kambuh lebih besar ketimbang mereka yang langsung berhenti merokok. Lalu, kurangi jumlah daging olahan yang Anda makan atau ubah cara Anda memasaknya. Merebus atau menggunakan microwave jauh lebih baik ketimbang menggorengnya.
6 Penyebab Kanker Harus Anda Waspadai Menshealth Indonesia
1. Kentang goreng, Keripik, Roti
Acrylamide, sejenis bahan kimia yang digunakan dalam penanganan air limbah ‘bersembunyi’ di kentang goreng, keripik, roti, dan bahkan donat. “Ketika makanan berkarbohidrat tinggi dimasak dengan temperatur tinggi, asam amino asparagin bereaksi dengan gula dalam makanan dan membentuk acrylamide,” ujar Timothy Fennel, Ph.D., direktur toksikologi di RTI International. Reaksi kimia tubuh terhadap acrylamide dapat berujung pada mutasi DNA, yang bisa meningkatkan risiko terserang kanker.
Tip: Atur strategi di dapur. “Memasaklah dengan suhu yang lebih rendah dan dengan durasi yang lebih pendek,” kata Fennell. “Jika memang harus menggoreng, pastikan makanan tidak terlalu kecoklatan,” tambahnya. Tip lain: Rendam kentang. Menurut para peneliti di Inggris, merendam kentang selama 2 jam sebelum mengolahnya dapat mengurangi kemungkinan pembentukan acrylamide hingga 50%.
2. Beras Merah
Racun arsenik ada mungkin ada di dapur Anda. Satu penelitian dari Consumer Reports menemukan, beberapa merek beras merah mengandung logam beracun lebih banyak daripada nasi putih. Parahnya, arsenik bisa melumpuhkan sistem pemulihan di DNA. Jadi, ketika sel mengalami kerusakan, DNA tidak bisa memperbaikinya, hingga Anda berisiko terhadap mutasi penyebab kanker, ujar Michael Hansen, Ph.D., peneliti senior dari Consumers Union.
Tip: Bilas beras sebelum memasaknya (gunakan air yang mengalir). Gunakan rasio 6 cangkir air untuk 1 cangkir beras ketimbang rasio 2:1. Lalu, buang kelebihan airnya. Jika Anda terpaksa makan di luar, batasi diri Anda untuk mengonsumsi hanya dua hingga tiga kali nasi merah setiap minggunya.
3. Deterjen Pakaian
Di tahun 2011, satu grup pemerhati lingkungan menemukan 1,4-dioxanie –sejenis bahan kimia– mengintai di deterjen. Bahan kimia ini memang belum terbukti menyebabkan kanker pada manusia, namun dapat memicu tumor hati dan hidung pada tikus. Sialnya, Anda tidak akan menemukan tanda 1,4-dioxane pada kemasan deterjen karena itu bukanlah bahan aktif melainkan ampas deterjen, ujar Sonya Lunder, M.P.H., dari Enviromental Working Group.
Tip: Ganti deterjen dengan yang berbahan dasar natural. Atau, belajarlah membaca label pada kemasan. Tulisan polyethylene, polyethylene glycol, PEG, polyoxyethylene, atau kata-kata yang mengandung “oxynol” atau “eth” menandakan kemungkingan adanya dioxane.
4. Kemeja Anti Kusut
Bahan formaldehyde bisa membuat kemeja Anda tetap rapi, bebas kusut, dan tentunya membuat Anda terlihat keren sepanjang waktu. Jangan senang dulu, bung! “Ada beberapa penelitian yang membuktikan kalau formaldehyde dapat menyebabkan kanker saluran pernapasan pada manusia,” ujar Lunder, “formaldehyde dalam bentuk apapun berisiko bagi Anda. “
Tip: Cuci kemeja antikusut Anda sebelum memakainya untuk pertama kali. Menurut California Enviromental Protection Agency, hal tersebut bisa mengurangi formaldehyde hingga 60%. Atau, kenapa tidak beralih ke kemeja biasa? Menyetrikanya hingga rapi memang membutuhkan tenaga ekstra, tapi tentunya sepadan dengan kesehatan Anda bukan?
5. Wadah Styrofoam
Walikota New York, Michael Bloomberg, hendak melarang penggunaan Styrofoam di seluruh kota karena sifatnya yang tidak bisa didaur ulang dan dapat merusak lingkungan. Faktanya, styrofoam terbuat dari styrene yang bisa memproduksi senyawa yang dapat merusak DNA Anda.
Tip: Lupakan saja keinginan menggunakan styrene sejauh mungkin, termasuk cangkir kopi yang sering Anda beli. “Hindari memanaskan makanan dengan wadah styrofoam atau polystyrene, khususnya makanan berlemak yang bisa melelehkan styrene,” ujar David Andrews, Ph.D., dari Environmental Working Group. Bagaimana cara mengetahui wadah yang mengandung polystyrene? Cari saja angka “6” di bagian bawah wadah tersebut.
6. Rokok elektrik
Food and Drug Administration (FDA) menemukan nitrosamines –sejenis karsinogen dalam produk tembakau, pada beberapa merek rokok elektrik. Sialnya, walaupun Anda bukan perokok, Anda tetap berisiko terpapar bahan kimia berbahaya ini melalui makanan yang Anda konsumsi. Polystyrene bisa terbentuk ketika asam dalam lambung Anda bereaksi dengan nitrit dan nitrat yang ada di hot dog, bacon, atau daging olahan lainnya.
Tip: Berhentilah merokok! Percayalah, merokok memang tidak memberikan manfaat sama sekali bagi kesehatan. Penelitian dari University of Wisconsin menemukan, perokok yang mengurangi jumlah rokok yang dihisap secara bertahap sebelum akhirnya benar-benar berhenti, memiliki kemungkinan kambuh lebih besar ketimbang mereka yang langsung berhenti merokok. Lalu, kurangi jumlah daging olahan yang Anda makan atau ubah cara Anda memasaknya. Merebus atau menggunakan microwave jauh lebih baik ketimbang menggorengnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar